Minggu, 17 September 2017

Si pecinta kopi

Hei kamu....
Si pecinta kopi yang entah bagaimana sekarang kabarnya?
Bukan tidak ingin bertanya, tapi seperti secangkir kopi panas kamu pun mulai mendingin jika didiamkan terlalu lama
Banyak pertanyaan tentang sebuah rasa tetapi enggan untuk  aku tanyakan
Dulu, bagiku kamu ibarat secangkir kopi itu sendiri
Bisa kulihat, kucium aromanya tapi enggan untuk kuminum
Begitu pahit dengan aroma memabukan, tapi sekaligus menenangkan
Aku selalu bertanya, tentang perasaan yang aku bagi untukmu hampir empat tahun silam
Perasaan macam apa itu? bahkaan aku langsung mengaku kalah waktu melihat matamu.
Sekarang sudah tidak semendebarkan dulu, tapi masih enggan untuk membagi dirimu dengan orang lain
walau kita jauh, walau aku tidak tau kabarmu, rupamu saat ini, tapi memoryku masih menyimpanmu dengan baik
Rapih, ditempat seharusnya
Mengenalmu adalah sesuatu yang menyenangkan, walau memiliki adalah hal yang mustahil
Bagiku, kamu adalah satu-satunya orang yang bisa membuatku membagi hati

Minggu, 28 Desember 2014

Puisi Cinta

Ingat  saat pertama kali kita bertemu?
Dan kau tau, keyakinan padamu  itu datang padaku saat itu.
Aku selalu merasa cinta adalah sebuah kutukan yang selalu menyuguhkan rasa pahit.
Tapi saat bersamamu, rasa pahit itu menjelma menjadi secangkir mocca.
Walaupun ada rasa pahit di dalamnya, tapi itu yang membuatnya lezat.
Kau merubahku, menjadi lebih baik.
Kau membuatku mengerti bahwa menerima itu lebih baik dari sekedar menuntut
Kau mengajarkanku bahwa sabar itu tidak menjadikan kita lemah, tapi memperkuat
Kadang aku selalu berpikir  apa kau tidak merasa lelah denganku?
Aku menerima lebih banyak dari yang bisa aku berikan
Kesabaran, pengertian, kasih sayang, perhatian, dan ketulusan.
Bahkan air mataku pun ikut mentes saat aku menulis ini.
Kau berikan segalanya, dan aku masih menuntut banyak lagi darimu
Tidakah kau merasa aku sangat tidak layak?

Terimakasih
Terimakasih sudah bertahan sampai detik ini.
Untuk segala rasa cinta yang kau berikan untukku.
Untuk semua pengorbanan, kesetiaan, dan ketulusan yang tak pernah kau mintai balasan
Maaf
Maaf karena belum bisa menjadi yang terbaik,
Untuk segala keegoisan, kerasa kepala, yang tidak menghargai setiap usahamu
Maaf untuk segala kekuranganku
Untuk segala hal yang sering menyakitimu
Disaaat aku berbuat kesalahan dan aku bertanya apa kau marah?
Kau hanya menjawab TIdak
Saat aku menyakiti perasaanmu kau hanya tersenyum dan mengulurkan tanganmu untuk menyakinkanku bahwa kau tidak apa-apa, bahwa kau baik-baik saja.
Saat aku memintamu melakukan sesuatu, jawaban “ Ya” selalu kudapatkan
Dan tahukah kau,  saat kau melakukan itu aku merasa gagal
Merasakan sakit karena tidak bisa melakukan hal yang sama.
Dan terlepas dari segala ketidak mampuanku, hanya satu yang aku lakuakn dengan baik.
Mancintaimu, hanya kamu.
 Happy anniversary 3rd
Semoga selalu bahagia, dan langgeng
I LOVE YOU

By: LittleFairy71


Aku memilih puisi ini untuk posting pertamaku, karena aku ingin selalu berterimakasih pada seseorang yang selalu ada di sisiku.
Walaupun aku ga bisa bicara langsung tapi aku harap suatu hari nanti dia bisa baca ini.